Dari Penataran Sampai Telaga Bunga
October 7th, 2009
DJALOE.COM – Lama sekali saya tak menyentuh buku lawas itu. Judulnya Handy Guide for Java, Madura, Bali karangan Ananda. Diterbitkan PT Kinta Djakarta tahun 1962, buku setebal 226 halaman ini bersampul asyik sekali. Meski terbit di zaman merdeka, ada sisa-sisa desain grafis zaman Indies, era kolonial, di sampul buku itu.
Dari segi tipografi, ia tak sekadar asal menata aksara. Tulisan pada judul tampak sekali meraup seni tata letak aksara a.l.a Eropa. Sedangkan ilustrasi grafisnya menyisakan jejak seni realis.Ada ilustrasi penari Serimpi dari Jawa di sana, kemudian lukisan Karapan Sapi dari Madura dan satu lagi lukisan pura Bali.
Buku yang 47 tahun lalu hanya dibanderol Rp 300, sekarang untuk beli sebatang rokok pun masih kurang, itu secara umum bagus. Pengarangnya melengkapi dengan cuplikan sejarah obyek pariwisata yang direkomendasikan di ketiga pulau itu. Ada pula peta-peta kuno dan foto-foto hitam putih. Ia memang buku panduan pariwisata.
Nah, pada halaman 156, terbaca di sana uraian ihwal Blitar. Saya ketik ulang dan utuh paparannya dalam bahasa Inggris:
Some 35 Km East of Tulungagung, the place of the Indonesian soldiers revolt against the Japanese officers, also the dwelling place of the mother of Presiden Soekarno.
- Tjandi Panataran, about 10 km North of Blitar, magnificent remains of early civilization, now a pilgrimage.
- The numerous temples surrounding Blitar, such as the Tjandi Gambar, Tjandi Gambar Wetan, Tjandi Tuban or Domasan, Tjandi Sumbernanas (Brahma), all scattered in the North upon are the Kelud mountain, whereas in the South are the smaller ones such as Tjandi Gedo, Tjandi Aria Blitar and along the highway Wlingi Malang lie the remains of Tjandi Selaradja.
- The holy Gong of Lodojo, dating from empu (=Smith) Parada, about 12 km South of Blitar, as well as the numerous small temples surrounding Lodojo.
- Serang, Southern sea sight, some 60 km South of Blitar.
- Krisik, a nice retreat some 15 km North of Wlingi, between the Kelud and the Kawi mountains.
- Telaga Bunga (The Flower Lake), a swimming-pool within Blitar.
Hanya demikianlah paparan tentang Blitar dalam buku itu. Ia tentu saja kurang deskriptif. Lain kali saya ajak Anda jalan-jalan ke tempat-tempat ciamik itu dengan berusaha sebisa mungkin mengkaji latar sejarahnya tertulisnya, maupun legenda yang masih hidup di masyarakat sekitarnya.
Sebisa mungkin saya lengkapi riset kecil soal testimoni para wisatawan dari zaman lampau, baik dalam kliping surat kabar, majalah dan sejenisnya. Matur sembah nuwun….
Sepotong Kaos, Sejuta Cerita
August 26th, 2009DJALOE.COM - Pada mulanya kecemburuan, lalu ikhtiar. Blitar adalah wilayah tua meski letaknya jauh dari pesisir utara Jawa yang dalam konteks sejarah senantiasa lebih berkembang ketimbang wilayah selatan.
Tapi ada Sungai Brantas yang membelah wilayah ini, memanjang dari timur ke barat. Sungai besar selalu jadi jalur transportasi penting di masa lalu. Ia menghubungkan orang-orang dari wilayah pedalaman dengan peradaban di kota-kota pesisir yang seringkali lebih dulu bersentuhan langsung dengan mancanegara. Lalu-lintas gagasan di Blitar, juga peradaban, terbantu oleh sungai. Selandjoetnja…
