Gampangnya Menulis Skenario

November 19th, 2009

Oleh: ARI WULANDARI

Email & facebook: kinoysan@yahoo.com

www.kinoysan.multiply.com

ARI WULANDARI

Siapa saja bisa menulis skenario. Bisa jadi kita sering mendengar perkataan ini. Benar, menulis memang sangat gampang. Tentu saja, buat mereka yang mengerti ilmunya dan tahu caranya menulis skenario.

Bagi saya, menulis adalah keseharian. Sebagai keseharian, menulis sama mudahnya seperti orang berbicara. Saya adalah orang yang tidak percaya pada bakat untuk karir penulisan. Menulis adalah kemauan. Kemampuan menulis akan mengikuti sesuai besarnya kemauan kita untuk bisa menulis.

Di awal-awal menulis, saya mulai dengan cerpen-cerpen remaja. Tak terhitung jumlahnya penolakan. Bisa dibaca selengkapnya di buku JADI PENULIS FIKSI? GAMPANG, KOK! Ini bukanlah teori penulisan, tapi lebih pada sharing karir menulis saya lebih kurang 20 tahun.

Dari pengalaman saya tahu, menulis adalah niat. Tidak diperlukan bakat. Meskipun tak bisa dipungkiri, bakat menulis adalah karunia Tuhan yang memudahkan jalan karir kepenulisan seseorang.

Menulis skenario, sedikit lebih banyak tantangannya daripada menulis cerpen atau buku. Di bidang ini ada lebih banyak pihak yang terlibat, sehingga mau tak mau harus banyak kompromi yang dibuat. Seperti apa bentuk skenario, bagaimana menulisnya, ke mana mesti berkarir, dan lain-lain yang berhubungan dengan menulis skenario, semuanya ada di buku JADI PENULIS SKENARIO? GAMPANG, KOK! Di pelatihan ini, kita akan sama-sama membedahnya sehingga menulis skenario jadi benar-benar gampang.

Mudah-mudahan dengan dua buku tersebut, menulis bisa jadi tradisi seperti kita bicara tiap hari. Hitung saja, betapa banyaknya tulisan kita kalau kita mentradisikannya seperti kita bicara. Wah, tentu nilai ekonomisnya juga semakin banyak!

Jadi, jangan takut untuk mengembangkan potensi dan bakat menulis. Belajar menulis sejak dini juga akan memberi banyak keuntungan bagi kita, meskipun kita tidak memilih jalur kepenulisan sebagai pilihan karir hidup kita. (Jakarta, Oktober 2009)

PROFIL

ARI WULANDARI, lulusan Sastra Indonesia UGM, Yogyakarta ini senang menulis sejak kecil. Cerpen-cerpennya pernah dimuat di berbagai media, seperti Gadis, Kawanku, Aneka, Hai, Gaul, Jelita, dan lain-lain. Cerpen-cerpennya berbahasa Jawa juga pernah menghiasi majalah Penjebar Semangat, Jaya Baya, Djaka Lodang, dan lain-lain.

Penulis pernah bekerja sebagai editor buku di Adicita Grup, Yogyakarta, 2000—2003 dan sebagai script editor di Multivision Plus, Jakarta, 2003—2007. Setelah melepaskan pekerjaannya, penulis total menulis buku dan skenario. Penulis juga memberikan pelatihan-pelatihan tentang penulisan buku dan skenario.
Penulis meraih Anugerah Kebudayaan 2006 dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia dengan Kategori Penulis Buku Anak Yang Berdedikasi Kepada Kebudayaan yang diserahkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia dan Juara II Lomba Nasional Gemar Baca Tulis Tingkat Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Klub Perpustakaan Indonesia Pusat Tahun 1999.
Bagi yang ingin berkenalan bisa menghubungi di e-mail atau facebook kinoysan@yahoo.com dan kunjungi www.kinoysan.multiply.com.

tetamoe: