<?xml version='1.0' encoding='UTF-8' standalone='yes'?>
<rss version='2.0' xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss' xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom'>
	<channel>
		<generator><![CDATA[NextGEN Gallery [http://alexrabe.boelinger.com]]]></generator>
		<title>Kaos Tjap Djaloe - Tanda Tjinta dari Blitar</title>
		<description>Tanda Tjinta dari Blitar</description>
		<link><![CDATA[http://djaloe.com]]></link>
		<atom:link rel='next' href='http://djaloe.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?show=10&amp;page=1&amp;mode=last_pictures' />
		<item>
			<title><![CDATA[Blitar 1906]]></title>
			<description><![CDATA[Labor Improbus Omnia Vincit - Kerdja Keras Mengatasi Segalanja.

Cewek: S, M, L = RP 55.000
Cowok: M, L, XL = RP 55.000
Cowok: XXL  = Rp 60.000
Cewek lengan panjang: S, M, L = Rp 65.000]]></description>
			<link><![CDATA[http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/logo-blitar-1906.jpg]]></link>
			<media:content url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/logo-blitar-1906.jpg' medium='image' />
			<media:title><![CDATA[Blitar 1906]]></media:title>
			<media:description><![CDATA[Labor Improbus Omnia Vincit - Kerdja Keras Mengatasi Segalanja.

Cewek: S, M, L = RP 55.000
Cowok: M, L, XL = RP 55.000
Cowok: XXL  = Rp 60.000
Cewek lengan panjang: S, M, L = Rp 65.000]]></media:description>
			<media:thumbnail url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/thumbs/thumbs_logo-blitar-1906.jpg' width='240' height='210' />
			<media:keywords><![CDATA[]]></media:keywords>
			<media:copyright><![CDATA[Copyright (c) Kaos Tjap Djaloe - Tanda Tjinta dari Blitar (http://djaloe.com)]]></media:copyright>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Blitar 1361]]></title>
			<description><![CDATA[PALAH PANATARAN, BLITAR 1361
Ndan ring saka tri tanu rawi sing wêsaka,
sri na-/-thâ muja mara ri palah sâbrtya,
jambat sing râmya pinaraniran lânglitya,
ri lwang wentar manguri balitar mwang jimbe

Lalu pada tahun Saka Trinaturawi 1283 (1361 Masehi) bulan Wesaka (April-Mei),
Baginda Raja (Hayam Wuruk) memuja ke Palah (Panataran) dengan pengiringnya,
Berlarut-larut setiap yang indah dikunjungi untuk menghibur hati, 
di Lawang Wentar Manguri Balitar dan Jimbe.

{Mpu Prapanca, Nâgarakretâgama}]]></description>
			<link><![CDATA[http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/panataran-blitar.jpg]]></link>
			<media:content url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/panataran-blitar.jpg' medium='image' />
			<media:title><![CDATA[Blitar 1361]]></media:title>
			<media:description><![CDATA[PALAH PANATARAN, BLITAR 1361
Ndan ring saka tri tanu rawi sing wêsaka,
sri na-/-thâ muja mara ri palah sâbrtya,
jambat sing râmya pinaraniran lânglitya,
ri lwang wentar manguri balitar mwang jimbe

Lalu pada tahun Saka Trinaturawi 1283 (1361 Masehi) bulan Wesaka (April-Mei),
Baginda Raja (Hayam Wuruk) memuja ke Palah (Panataran) dengan pengiringnya,
Berlarut-larut setiap yang indah dikunjungi untuk menghibur hati, 
di Lawang Wentar Manguri Balitar dan Jimbe.

{Mpu Prapanca, Nâgarakretâgama}]]></media:description>
			<media:thumbnail url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/thumbs/thumbs_panataran-blitar.jpg' width='240' height='210' />
			<media:keywords><![CDATA[]]></media:keywords>
			<media:copyright><![CDATA[Copyright (c) Kaos Tjap Djaloe - Tanda Tjinta dari Blitar (http://djaloe.com)]]></media:copyright>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dalem Gebang]]></title>
			<description><![CDATA[Dalem Gebang - A tribute to Sukarno.
Cewek: S, M, L = RP 55.000
Cowok: M, L, XL = RP 55.000
Cowok: XXL  = Rp 60.000
Cewek lengan panjang: S, M, L = Rp 65.000]]></description>
			<link><![CDATA[http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/dalem-gebang.jpg]]></link>
			<media:content url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/dalem-gebang.jpg' medium='image' />
			<media:title><![CDATA[Dalem Gebang]]></media:title>
			<media:description><![CDATA[Dalem Gebang - A tribute to Sukarno.
Cewek: S, M, L = RP 55.000
Cowok: M, L, XL = RP 55.000
Cowok: XXL  = Rp 60.000
Cewek lengan panjang: S, M, L = Rp 65.000]]></media:description>
			<media:thumbnail url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/thumbs/thumbs_dalem-gebang.jpg' width='240' height='210' />
			<media:keywords><![CDATA[]]></media:keywords>
			<media:copyright><![CDATA[Copyright (c) Kaos Tjap Djaloe - Tanda Tjinta dari Blitar (http://djaloe.com)]]></media:copyright>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Blitar 1864]]></title>
			<description><![CDATA[STOK HABIS | BLITAR 1864 - Satu catatan berharga dari seorang petualang Inggris yang pelesir ke Blitar menjelang tahun 1864. Ia mengunjungi beberapa tempat, mulai dari Candi Penataran, perbukitan indah Kresi (sekarang biasa dieja sebagai Krisik) hingga sebuah desa mirip di Swiss. 

William Barrington D'Almeida, turis dan penulis buku itu kemudian menerbitkan catatannya dalam bentuk buku  di London dengan judul "Life in Java: with sketches of the Javanese", tahun 1864. 

Desa seperti Swiss di Blitar itu juga dikelilingi pegunungan cantik, kemudian ada telaganya yang di sekelilingnya ada reruntuhan candi. Menurut William Barrington D'Almeida, desa itu hanya berjarak tiga paals dari Penataran. Sedangkan jarak dari Blitar ke Penataran adalah sembilan paals.
]]></description>
			<link><![CDATA[http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/blitar-1864.jpg]]></link>
			<media:content url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/blitar-1864.jpg' medium='image' />
			<media:title><![CDATA[Blitar 1864]]></media:title>
			<media:description><![CDATA[STOK HABIS | BLITAR 1864 - Satu catatan berharga dari seorang petualang Inggris yang pelesir ke Blitar menjelang tahun 1864. Ia mengunjungi beberapa tempat, mulai dari Candi Penataran, perbukitan indah Kresi (sekarang biasa dieja sebagai Krisik) hingga sebuah desa mirip di Swiss. 

William Barrington D'Almeida, turis dan penulis buku itu kemudian menerbitkan catatannya dalam bentuk buku  di London dengan judul "Life in Java: with sketches of the Javanese", tahun 1864. 

Desa seperti Swiss di Blitar itu juga dikelilingi pegunungan cantik, kemudian ada telaganya yang di sekelilingnya ada reruntuhan candi. Menurut William Barrington D'Almeida, desa itu hanya berjarak tiga paals dari Penataran. Sedangkan jarak dari Blitar ke Penataran adalah sembilan paals.
]]></media:description>
			<media:thumbnail url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/thumbs/thumbs_blitar-1864.jpg' width='240' height='210' />
			<media:keywords><![CDATA[]]></media:keywords>
			<media:copyright><![CDATA[Copyright (c) Kaos Tjap Djaloe - Tanda Tjinta dari Blitar (http://djaloe.com)]]></media:copyright>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Rampokan Matjan]]></title>
			<description><![CDATA[RAMPOKAN MATJAN - De Traditie van Blitar. Sedjak 1890, dilarang 1905.

R Kartawibawa, Bakda Mawi Rampog, Bale Poestaka, 1928: "Ada soeatoe kedjadian di Blitar. Kebetoelan harimaoenja galak, ditangkap dari hoetan
Lodaja. Namoen karena Boepati Blitar memiliki sendjata beroepa tjemeti jang ampoeh, harimaoenja mendjadi djinak, bisa diajak bermain seperti anak koeting jang digoda dengan boeloe."
================

Model cewek: S 3, all size (antara M & L) 6
Model cowok: M 7, L 14, XL 12, XXL 5
Lengan panjang: all size 3

Harga Rp 55.000, lengan panjang Rp 65.000]]></description>
			<link><![CDATA[http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/rampokan-matjan.jpg]]></link>
			<media:content url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/rampokan-matjan.jpg' medium='image' />
			<media:title><![CDATA[Rampokan Matjan]]></media:title>
			<media:description><![CDATA[RAMPOKAN MATJAN - De Traditie van Blitar. Sedjak 1890, dilarang 1905.

R Kartawibawa, Bakda Mawi Rampog, Bale Poestaka, 1928: "Ada soeatoe kedjadian di Blitar. Kebetoelan harimaoenja galak, ditangkap dari hoetan
Lodaja. Namoen karena Boepati Blitar memiliki sendjata beroepa tjemeti jang ampoeh, harimaoenja mendjadi djinak, bisa diajak bermain seperti anak koeting jang digoda dengan boeloe."
================

Model cewek: S 3, all size (antara M & L) 6
Model cowok: M 7, L 14, XL 12, XXL 5
Lengan panjang: all size 3

Harga Rp 55.000, lengan panjang Rp 65.000]]></media:description>
			<media:thumbnail url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/thumbs/thumbs_rampokan-matjan.jpg' width='240' height='210' />
			<media:keywords><![CDATA[]]></media:keywords>
			<media:copyright><![CDATA[Copyright (c) Kaos Tjap Djaloe - Tanda Tjinta dari Blitar (http://djaloe.com)]]></media:copyright>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[PETA Blitar 1945]]></title>
			<description><![CDATA[STOK TERBATAS | BLITAR, 14 Februari 1945, tercatat dalam sejarah menjadi kota revolusioner, the revolutionary city, de revolutionaire stad.

Kaos ini didedikasikan buat mengenang pemberontakan tentara PETA Blitar 65 tahun lalu di bawah komando Sodhanco Supriyadi, dkk. Pilihannya memberontak saat itu dipandang dari kacamata sekarang, terbukti menjadi keniscayaan sejarah.

Padahal, tak lama setelah peristiwa itu, koran-koran berbahasa Melayu mengutuknya sebagai pengkhianatan terhadap komitmen kerjasama Jepang-"Indonesia" dalam memenangkan perang Asia Timur Raya. Kebenaran memang seringkali datang terlambat.

Harga Rp 55.000]]></description>
			<link><![CDATA[http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/peta-blitar.jpg]]></link>
			<media:content url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/peta-blitar.jpg' medium='image' />
			<media:title><![CDATA[PETA Blitar 1945]]></media:title>
			<media:description><![CDATA[STOK TERBATAS | BLITAR, 14 Februari 1945, tercatat dalam sejarah menjadi kota revolusioner, the revolutionary city, de revolutionaire stad.

Kaos ini didedikasikan buat mengenang pemberontakan tentara PETA Blitar 65 tahun lalu di bawah komando Sodhanco Supriyadi, dkk. Pilihannya memberontak saat itu dipandang dari kacamata sekarang, terbukti menjadi keniscayaan sejarah.

Padahal, tak lama setelah peristiwa itu, koran-koran berbahasa Melayu mengutuknya sebagai pengkhianatan terhadap komitmen kerjasama Jepang-"Indonesia" dalam memenangkan perang Asia Timur Raya. Kebenaran memang seringkali datang terlambat.

Harga Rp 55.000]]></media:description>
			<media:thumbnail url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/thumbs/thumbs_peta-blitar.jpg' width='240' height='210' />
			<media:keywords><![CDATA[]]></media:keywords>
			<media:copyright><![CDATA[Copyright (c) Kaos Tjap Djaloe - Tanda Tjinta dari Blitar (http://djaloe.com)]]></media:copyright>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[spoor-blitar]]></title>
			<description><![CDATA[BLITAR SPOORWEGEN, 1880 - Besluit van den Gouverneur-Generaal van Nederlandsh-Indie van 18 Augustus 1880 no. 12:
"Aanleg en uitrusting van de lijn Madioen-Blitar-Sidoardjo van het II hoofdstuk dier begrooting op f 2.430.000."

Tentang biaya pembangunan jaringan kereta api lintas Madiun-Blitar-Sidoarjo yang menelan dana f (Gulden) 2,43 juta, sesuai surat keputusan tertanggal 18 Augustus 1880. 

Harga kaos Rp 55.000]]></description>
			<link><![CDATA[http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/spoor-blitar.jpg]]></link>
			<media:content url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/spoor-blitar.jpg' medium='image' />
			<media:title><![CDATA[spoor-blitar]]></media:title>
			<media:description><![CDATA[BLITAR SPOORWEGEN, 1880 - Besluit van den Gouverneur-Generaal van Nederlandsh-Indie van 18 Augustus 1880 no. 12:
"Aanleg en uitrusting van de lijn Madioen-Blitar-Sidoardjo van het II hoofdstuk dier begrooting op f 2.430.000."

Tentang biaya pembangunan jaringan kereta api lintas Madiun-Blitar-Sidoarjo yang menelan dana f (Gulden) 2,43 juta, sesuai surat keputusan tertanggal 18 Augustus 1880. 

Harga kaos Rp 55.000]]></media:description>
			<media:thumbnail url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/thumbs/thumbs_spoor-blitar.jpg' width='240' height='210' />
			<media:keywords><![CDATA[]]></media:keywords>
			<media:copyright><![CDATA[Copyright (c) Kaos Tjap Djaloe - Tanda Tjinta dari Blitar (http://djaloe.com)]]></media:copyright>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Blitar 1815]]></title>
			<description><![CDATA[STOK HABIS | BLITAR 1815 - Thomas Stamford Raffles, The History of Java, 1817.

I visited the antiquities at Penataran. The greatest part of these antiquities is now in ruins. Their general plan indicates an appropriation both to purposes of devotion and habitation.

They comprize an extensive area of an oblong form, which was surrounded by an external wall of which the foundations can be traced throughout and the whole was divided into three compartment.

Warna hitam, katun halus, sablon karet (rubber). Lengan pendek model cowok, S, M, L, XL: Rp 55.000]]></description>
			<link><![CDATA[http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/raffles-1815.jpg]]></link>
			<media:content url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/raffles-1815.jpg' medium='image' />
			<media:title><![CDATA[Blitar 1815]]></media:title>
			<media:description><![CDATA[STOK HABIS | BLITAR 1815 - Thomas Stamford Raffles, The History of Java, 1817.

I visited the antiquities at Penataran. The greatest part of these antiquities is now in ruins. Their general plan indicates an appropriation both to purposes of devotion and habitation.

They comprize an extensive area of an oblong form, which was surrounded by an external wall of which the foundations can be traced throughout and the whole was divided into three compartment.

Warna hitam, katun halus, sablon karet (rubber). Lengan pendek model cowok, S, M, L, XL: Rp 55.000]]></media:description>
			<media:thumbnail url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/thumbs/thumbs_raffles-1815.jpg' width='240' height='210' />
			<media:keywords><![CDATA[]]></media:keywords>
			<media:copyright><![CDATA[Copyright (c) Kaos Tjap Djaloe - Tanda Tjinta dari Blitar (http://djaloe.com)]]></media:copyright>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Oud Blitar]]></title>
			<description><![CDATA[STOK HABIS | Oud Blitar - Old Blitar, Oost Java, Indonesie, Anno 1906. Harga Rp 55.000]]></description>
			<link><![CDATA[http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/oud-blitar.jpg]]></link>
			<media:content url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/oud-blitar.jpg' medium='image' />
			<media:title><![CDATA[Oud Blitar]]></media:title>
			<media:description><![CDATA[STOK HABIS | Oud Blitar - Old Blitar, Oost Java, Indonesie, Anno 1906. Harga Rp 55.000]]></media:description>
			<media:thumbnail url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/thumbs/thumbs_oud-blitar.jpg' width='240' height='210' />
			<media:keywords><![CDATA[]]></media:keywords>
			<media:copyright><![CDATA[Copyright (c) Kaos Tjap Djaloe - Tanda Tjinta dari Blitar (http://djaloe.com)]]></media:copyright>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[PERANGKO BLITAR 1925]]></title>
			<description><![CDATA[STOK HABIS | BAHAN: COTTON COMBED 20'S, TEKNIK SABLON: RUBBER. WARNA: PUTIH (MODEL CEWEK) Ukuran: M, L. HARGA Rp 50.000 plus ONGKOS KIRIM (bisa ke semua kota di Indonesia, informasi selengkapnya silakan lihat TJARA BELI)]]></description>
			<link><![CDATA[http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/blitar-1925.jpg]]></link>
			<media:content url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/blitar-1925.jpg' medium='image' />
			<media:title><![CDATA[PERANGKO BLITAR 1925]]></media:title>
			<media:description><![CDATA[STOK HABIS | BAHAN: COTTON COMBED 20'S, TEKNIK SABLON: RUBBER. WARNA: PUTIH (MODEL CEWEK) Ukuran: M, L. HARGA Rp 50.000 plus ONGKOS KIRIM (bisa ke semua kota di Indonesia, informasi selengkapnya silakan lihat TJARA BELI)]]></media:description>
			<media:thumbnail url='http://djaloe.com/wp-content/gallery/kaos-tjowok/thumbs/thumbs_blitar-1925.jpg' width='240' height='210' />
			<media:keywords><![CDATA[]]></media:keywords>
			<media:copyright><![CDATA[Copyright (c) Kaos Tjap Djaloe - Tanda Tjinta dari Blitar (http://djaloe.com)]]></media:copyright>
		</item>
	</channel>
</rss>
